Translate

Senin, 07 Juli 2014

DILEMA Dipertengahan Jalan



Saya sudah semester 5 !. Seharusnya saya menganggapnya sebagai sebuah pengalaman yang menyenangkan, terutama karena saya adalah mahasiswa baik di kelas. Namun, setelah direnungkan, saya tidak bisa mengatakan kalau saya memang lebih pintar dibandingkan dengan teman-teman disekitar saya. Yang bisa saya katakan adalah kalau saya  adalah memang yang terbaik dalam melakukan apa yang diperintahkan kepada saya dan juga dalam hal mengikuti sistem yang ada. Di sini saya mngertii, dan seharusnya bangga bahwa saya telah mengikuti periode indoktrinasi ini hingga semester 4. Saya akan pergi musim liburan ini dan menuju tahap perungan diri. Tetapi saya adalah seorang manusia, seorang pemikir, pencari pengalaman hidup bukan pekerja. Pekerja adalah orang yang terjebak dalam pengulangan, seorang budak di dalam sistem yang mengurung dirinya. Sekarang, saya hampir  telah berhasil menunjukkan kalau saya adalah budak terpintar. Saya melakukan apa yang disuruh kepadaku secara ekstrim baik. Di saat orang lain duduk melamun di kelas dan kemudian menjadi seniman yang hebat, saya duduk di dalam kelas rajin membuat catatan dan menjadi pengikut ujian yang terhebat. Saat anak-anak lain masuk ke kelas lupa mengerjakan tugas mereka karena asyik membaca hobi-hobi mereka, saya sendiri tidak pernah lalai mengerjakan tugas saya. Saat yang lain menciptakan musik dan lirik, saya justru mengambil ekstra SKS, walaupun saya tidak membutuhkan itu. Jadi, saya penasaran, apakah benar saya ingin menjadi lulusan terbaik? Tentu, saya pantas menerimanya, saya telah bekerja keras untuk mendapatkannya, tetapi apa yang akan saya terima nantinya? Saat saya meninggalkan institusi pendidikan, akankah saya menjadi sukses atau saya akan tersesat dalam kehidupan saya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar